Unsur – unsur Pembentuk Puisi

Unsur – unsur Pembentuk Puisi

unsur Pembentuk Puisi no 1 Diksi
Dalam puisi kata-kata sangat besar peranannya. Setiap kata
mempunyai fungsi tertentu dalam menyampaikan ide penyairnya. Jadi
kata-kata dalam puisi hendaknya disusun sedemikian serupa sehingga
dapat menyalurkan pikiran, perasaan penulisanya dengan baik.Sehubungan
dengan hal itu diksi dibagi dalam tiga tingkat yaitu :
1) Diksi formal adalah bermartabat, inpersonal dan menggunakan bahasa
yang tinggi.
2) Diksi pertengahan. Diksi ini agak sedikit tidak formal dan biasanya kata
– kata yang digunakan adalah yang dipakai oleh kebanyakan orang
yang berpendidikan.
3) Diksi informal mencakup dua bahasa yaitu bahasa sehari-hari yang
dalam hal ini termasuk slang, dan dialek yaitu meliputi dialek geografis
dan sosial.
Diksi dapat berupa denotasi dan konotasi. Denotasi merupakan
makna kata dalam kamus, makna kata objektif yang pengertiannya
menunjuk pada benda yang diberi nama dengan kata kata itu.
Kumpulan asosiasi perasaan yang terkumpul dalam sebuah kata yang
diperoleh melalui setting yang dilukiskan disebut konotasi. Konotasi
adalah bagaimana kata digunakan dan asosiasi orang yang timbul
dengan kata itu. Tentu saja makna konotasi sangat tergantung pada
konteksnya. Makna konotasi dapat diperoleh melalui asosiasi dan
sejarahnya.

unsur Pembentuk Puisi no 2 Pengimajian
Pengimajian dapat memberi gambaran yang jelas, menimbulkan
suasana yang khusus, membuat hidup (lebih hidup) gambaran dalam pikiran,
dan penginderaan untuk menarik perhatian, untuk memberikan kesan mental
ataubayangan visual penyair, menggunakan gambaran-gambaran angan.
Imaji adalah gambaran-gambaran angan, gambaran pikiran, kesan mental
atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya. Coombes
mengatakan bahwa dalam tangan penyair yang baik imaji itu segar dan hidup,
berada dalam puncak keindahannya untuk mengintensifkan, menjernihkan,
dan memperkaya.
Citraan menurut Alternberd merupakan unsur yang penting dalam
puisi karena dayanya untuk menghadirkan gambaran yang konkret, khas,
menggugah dan mengesankan. Brook dan Waren mengatakan bahwa citraan
juga dapat merangsang imajinasi dan menggugah pikiran dibalik sentuhan
indera serta dapat pula sebagai alat interpretasi.

unsur Pembentuk Puisi no 3 Kata konkret
 Kata konkret adalah kata-kata yang digunakan oleh penyair untuk
menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud
untuk membangkitkan imaji pembaca. Waluyo mengatakan dengan kata yang
diperkonkret, pembaca dapat membayangkan secara jelas peristiwa atau
keadaan yang dilukiskan oleh penyair. Misalnya saja penyair melukiskan
seorang gadis yang benar-benar pengemis gembel.Penyair mempergunakan
kata-kata gadis kecil berkaleng kecil.

unsur Pembentuk Puisi no 4 Bahasa Figuratif
Menurut Waluyo bahasa figuratif adalah majas. Dengan bahasa figuratif,
membuat puisi lebih indah, artinya memancarkan banyak makna atau kaya
akan makna. Dalam bukunya, kamus Istilah Sastra Panuti Sujiman
menyebutkan kiasan adalah majas yang mengandung perbandingan yang
tersirat sebagai pengganti kata atau ungkapan lain untuk melukiskan kesamaan
atau kesejajaran makna. Rahmat Joko Pradopo dalam bukunya pengkajian puisi
menyamakan kiasan dengan bahasa figuratif dan memasukkan metafora salah
satu bentuk kiasan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa pada umumnya
bahasa figuratif dipakai untuk menghidupkan lukisan, untuk mengkonkretkan
dan lebih mengekspresikan perasaan yang diungkapkan. Dengan demikian,
pemakaian bahasa figuratif menyebabkan konsep-konsep abstrak terasa dekat
pada pembaca karena dalam bahasa figuratif oleh penyair diciptakan
kekonkretan, kedekatan, keakrabatan dan kesegaran. Menurut Albernd, bahasa
figuratif digolongkan menjadi tiga golongan, diantaranya adalah:

a. Simile
Simile adalah jenis bahasa figuratif yang menyamakan satu hal dengan
hal lain yang sesungguhnya tidak sama. Keraf menyatakan, Simile adalah
perbandingan yang bersifat eksplisit. Perbandigan yang demikian dimaksudkan
bahwa ia langsung menyatakan sesuatu sama dengan yang lainnya. Misalnya
dengan menggunakan kata seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana,dan lain-
lain. Dari pengertian di atas simile adalah membandingkan atau menyapakan
dengan hal lain dengan menggunakan kata kata yang artinya sama.

b. Metafora
Metafora adalah bentuk bahasa figuratif yang memperbandingkan
sesuatu hal dengan hal lainnya yang pada dasarya tidak serupa. Jadi di sini
bahwa metafora itu membandinkan sesuatu yang tidak sama namun disamakan.

c. Personifikasi
Personifikasi adalah satu corak metofora yang dapat diartikan sebagai
suatu cara penggunaan atau penerapan makna. Jadi antara personifikasi dan
metafora keduanya mengandung unsurpersamaan.

d. Epik Simile
Epik Simile atau perumpamaan epos adalah pembandingan yang
dilanjutkan atau diperpanjang yaitu dibentuk dengan cara melanjutkan sifat-
sifat perbandingan lebih lanjut dalam kalimat atau frase-frase yang berturut-
turut.

e. Metonimi
 Metonimi adalah pemindahan istilah atau nama suatu hal atau benda ke
suatu benda yang lainnya yang mempunyai kaitan rapat.

f. Sinekdoki
Sinekdoki adalah bahasa figuratif yang menyebutkan suatu bagian
pentingdari suatu benda atau benda atau hal itu.

Yang dimaksud di sini bahwa sebuah benda pasti mempunyai bagian
bagian yang tekandung di dalamnya. Kemudian dalam mencari sinekdoki cari
hal yang paling terpenting.

unsur Pembentuk Puisi no 5 Versifikasi
Versifikasi meliputi ritma, rima, dan metrum. Secara umum ritma dikenal
sebagai irama, yakni pergantian turun naik panjang pendek, keras lembut
ucapan bunyi bahasa dengan teratur. Panuti Sujiman memberikan pegertian
irama dalam puisi sebagai alunan yang dikesankan oleh perulangan dan
pergantian kesatuan bunyi dalam arus panjang pendeknya bunyi keras
lembutnya tekanan, dan tinggi rendahnya nada karena sering bergantung pada
pola matra., irama dalam persajakan pada umumnyateratur.
Rima adalah pengulangan bunyi di dalam baris atau larik puisi, pada
akhir baris puisi atau bahkan pada keseluruhan baris dan bait puisi. Adapun
metrum adalah irama yang tetap, artinya pergantiannya sudah tetap menurut
pola tertentu. Hal ini disebabkan oleh (1) jumlah suku kata yang tetap, (2)
tekanan yang tetap, dan (3) alun suara menaik dan menurun yang tetap.

unsur Pembentuk Puisi no 6 Tipografi
Tipografi merupakan pembeda yang paling awal dapat dilihat dalam
membedakan puisi dengan prosa fiksi dan drama. Tipografi merupakan bentuk
dari puisi yang bermacam-macam tergantung yang mengarangnya. Adapun
fungsi tipografi adalah: untuk keindahan indrawi dsan mendukung makna.

unsur Pembentuk Puisi no 7 Sarana Retorika
Sarana retorika adalah muslikhat pikiran. Muslikhat pikiran ini berupa
bahasa yang tersusun untuk mengajak pembaca berpkir. Sarana retorika
berbeda dengan bahasa kiasan atau figuratif dan citraan memperjelas gambaran
atau mengkonkretkan dan menciptakan perspektif yang baru melalui
perbandingan sedangkan sarana retorika adalah:


Lihat Selengkapnya Disini

artikel sebelumnya Unsur-unsur Hakikat Puisi
Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved