Teori Pertumbuhan Adam Smith

Adam Smith dalam Jhinghan (2004) mengungkapkan tentang teori
pertumbuhan ekonomi dalam karyanya yang berjudul An Inquiry into the Nature
and Cause of the Wealth of Nations. Bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi
oleh hukum alam, pembagian kerja dan proses pemupukan modal.
Dalam Jhinghan (2004) Adam Smith meyakini berlakunya doktrin
“hukum alam” dalam persoalan ekonomi. Ia menganggap setiap orang sebagai
hakim yang paling tahu akan kepentingannya sendiri yang sebaiknya dibiarkan
dengan bebas mengerjakan kepentingannya itu demi keuntungannya sendiri.
Pembagian kerja menurut Smith adalah titik permulaan dari teori
pertumbuhan ekonomi, yang meningkatkan daya produktivitas tenaga kerja. Ia
menghubungkan kenaikan itu dengan: (1) meningkatnya keterampilan pekerja; (2)
penghematan waktu dalam memproduksi barang; (3) penemuan mesin yang
sangat menghemat tenaga.
Teori Adam Smith mencetuskan bahwa perekonomian suatu bangsa di atur
oleh Invisible Hand (teori tangan-tangan gaib), dimana pasar digerakkan oleh
tangan yang tidak kelihatan yaitu mekanisme pasar itu sendiri. Menurutnya,
pertumbuhan ekonomi ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan yaitu
pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan output total. Sedangkan Pertumbuhan
output total itu sendiri akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen diantaranya
sumber-sumber alam, tenaga kerja (pertumbuhan penduduk) dan jumlah
persediaan.
Dalam kerangka ekonomi regional, ada pandangan Smith yang tidak bisa
diterapkan sepenuhnya, misalnya lokasi dari kegiatan ekonomi tersebut. Terlepas
dari kekurangan yang terdapat dalam teori Smith tersebut, pandangannya masih
banyak yang layak dan relevan untuk diterapkan dalam perencanaan pertumbuhan
ekonomi regional, seperti : memberi kebebasan kepada setiap orang atau badan
untuk berusaha (pada lokasi yang diperkenankan); tidak mengeluarkan peraturan
yang menghambat pergerakan orang dan barang; tidak membuat tarif pajak daerah
yang lebih tinggi dari daerah lain sehingga pengusaha tidak mau berusaha di
daerah tersebut; menjaga keamanan dan ketertiban sehingga relatif aman untuk
berusaha; menyediakan berbagai fasilitas dan prasarana sehingga pengusaha dapat
beroperasi dengan efisien serta tidak membuat prosedur penanaman modal yang
rumit. Pada dasarnya pemerintah berusaha menciptakan iklim yang kondusif
untuk berusaha dan tidak memberikan hak monopoli (penjual tunggal) atau hak
monopsoni (pembeli tunggal) kepada pihak swasta atas dasar lisensi, serta
informasi tentang pasar disebarluaskan kepada masyarakat.
Setelah terjadi depresi ekonomi dunia tahun 1929 -1932, teori Smith
kemudian dikoreksi oleh John Maynard Keynes (1936) yang mengatakan bahwa
untuk menjamin pertumbuhan yang stabil pemerintah perlu menerapkan kebijakan
fiskal (perpajakan dan belanja pemerintah), kebijakan moneter (tingkat suku
bunga dan jumlah uang beredar) dan pengawasan langsung. Kedua kelompok ini
sama-sama mengandalkan mekanisme pasar, hanya perbedaannya terletak pada
besar-kecilnya peran pemerintah dalam perekonomian.
Belakangan disadari
bahwa pemerintah perlu turun tangan untuk menyediakan jasa yang melayani
orang banyak ketika swasta tidak berminat menanganinya apabila tidak diberikan
hak-hak khusus.


Download FIle Aslina Disini

artikel sebelumnya Pertumbuhan Ekonomi

Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved