Perkembangan Kognitif Anak Usia Taman Kanak-Kanak

Anak usia Taman Kanak-Kanak adalah individu yang sedang mengalami
atau menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan
fundamental. Anak usia Taman Kanak-Kanak menurut piaget dalam Rahayu
(1991:215)
“berada di fase praoperasional. Praoperasional dimulai dengan penguasaan
bahasa yang sitematis, permainan simbolis, imitasi (tidak langsung) serta
bayangan dalam tahap mental, pada tahap ini anak TK mulai menydari
bahwa pemahamannya tentang benda-benda disekitarnya tidak hanya
dapat dilakukan melalui kegiatan sensori motor, akan tetapi juga dapat
dilakukan melalui kegiatan yang bersifat simbolik.”
Perkembngan ini merupakan perluasan dari kemampuan mental dan
intelektual anak.Perkembangan kognitif meliputi pengenalan, pemrosesan dan
pengaturan informasi serta penggunaan informasi dengan tepat. (Flavell, Miller,
dan Miller, 2001). Proses kegiatan ini mencakup kegiatan mental seperti
mnemukan, menginterpretasi, memilah, mengelompokkan dan mengingat.
Perkembangan kognititf adalah proses interaksi yang berlangsung antara anak
dan pandangan perseptualnya terhadap sebuah benda atau kejadian di suatu
lingkungan (Piaget, 1954). Pada tau 1950-an, berdasarkan observasi terhadap
persamaan yang dilakukan berulangkali, psikologi Swedia Jean Piaget
memformulasikan empat tahap dalam perkembangan kognitif.
Tahap sensorimotor (Sensorimotor stage), yang terjadi dari lahir hingga usia 2
tahun, merupakan tahap pertama Piaget. Pada tahap ini, perkembangan mental
ditandai oleh kemajuan yang besar dalam kemampuan bayi untuk

 mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi (seperti melihat dan
mendengar) melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik.Tahap
praoperasional (preoperational stage), yang terjadi dari usia 2 hingga 7 tahun,
merupakan tahap kedua piaget, pada tahap ini anak mulai melukiskan dunia
dengan kata-kata dan gambar-gambar. Mulai muncul pemikiran egosentrisme,
animisme, dan intuitif. Egosentrisme adalah suatu ketidakmampuan untuk
membedakan antara perspektif seseorang dengan perspektif oranglain dengan
kata lain anak melihat sesuatu hanya dari sisi dirinya.
Tahap operasional konkrit (concrete operational stage), yang berlangsung
dari usia 7 hingga 11 tahun, merupakan tahap ketiga piaget. Pada tahap ini anak
dapat melakukan penalaran logis menggantikan pemikiran intuitif sejauh
pemikiran dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang spesifik atau konkrit.
Tahap operasional formal (formal operational stage), yang terlihat pada usia
11 hingga 15 tahun, merupakan tahap keempat dan terkahir dari piaget. Pada
tahap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman konkrit dan
berpikir secara abstrak dan lebih logis.
Perkembangan anak usia TK yang terentang usia 4 sampai 6 tahun merupakan bagian dari perkembangan manusia secara keseluruhan.
Perkembangan pada usia ini mencakup perkembangan fisik dan motorik,
kognitif, sosial emosional, dan bahasa. Masa ini menurut Ebbeck (1998)
merupakan masa pertumbuhan paling hebat dan sekaligus paling sibuk.Pada masa ini anak sudah memiliki keterampilan dan kemampuan walaupun belum
sempurna. Usia TK seringkali juga disebut fase fundamental yang akan
menetukan kehidupannya di masa datang. Untuk itu, penting sekali untuk
memahami pekembangan anak usia prasekolah.

1. Anak Usia Empat Tahun
Energi yang melimpah, gagasan yang meluap-luap, obrolan dan
aktivitas yang tidak ada lelah-lelahnya, kesemuanya ini adalah ciri-ciri
anak usia empat tahun pada umumnya (K EileenAllen dan Rlynn R
Marotz, 2010).
Adapun ciri-ciri perkembangan kognitif usia 4 tahun menurut K
EileenAllen dan Rlynn R Marotz adalah sebagai berikut :
1. Menumpuk paling sedikit lima kubus yang ukurannya
bertahap dari yang terbesar sampai yang terkecil ;
membangun piramida dengan enam balok.
2. Mengerti konsep “paling tinggi”, “terbesar”, “sama”, dan
“lebih”; memilih gambar yang terdapat “paling banyak
rumahnya”, atau “anjing yang paling besar”.
3. Hafal di luar kepala hitungan sampai 20atau lebih.
4. Mengenali dan menunjukkan bagian dari puzzle yang hilang
ketika melihat gambar.

2. Anak Usia Lima Tahun
Berada dalam pengendalian yang baik terhadap dirinya secara fisik
dan emosi, sebagain besar anak usia lima tahun berada dalam fase yang
cukup tenang dan semakin tinggi rasa percara dirinya dan rasa untuk
mengendalikan dirinya. Dunia mereka berkembang di luar rumah,
keluarga, sekolah atau tempat penitipan anak.Persahabatan dan kegiatan
berkelompok adalah dua hal yang sangat penting (Cannella, 1993;
Selman & Selman, 1979).
Adapun ciri-ciri perkembangan kognitif usia 5 tahun menurut K
EileenAllen dan Rlynn R Marotz adalah sebagai beikut :
1. Membentuk segiempat dari dua potongan segitiga.
2. Membangun undakan dari balok-balok kecil.
3. Mengerti dan menunjukkan konsep berbentuk dan berukuran
sama.
4. Mengelompokkan benda berdasarkan warna dan bentuk.
5. Mengerti konsep terkecil dan terpendek.
6. Menyebutkan benda dengan urutan letak tertentu: pertama,
kedua, terakhir.
7. Berhitung sampai angka 20 atau lebih.
8. Mengetahui kegunaan kalender.
9. Mengerti konsep setengah

3. Anak Usia Enam Tahun
Petualangan yang menarik mulai terbuka pada anak usia enam
tahun karena kemampuan koordinasinya semakin baik serta ukuran tubuh
dan kekuatannya meningkat. Tantangan baru sering bertemu dengan
campuran antusiasme dan frustasi. Anak usiaenam tahun biasanya sulit
membuat keputusan dan kadang terbebani oleh situasi asing. Sementara
itu, perubahan kemampuan kgnitifnya memampukan mereka untuk
melihat peraturan sebagai sesuatu yang berguna untuk memahami
kejadian sehari-hari dan perilaku orang lain. (K EileenAllen dan Rlynn R
Marotz, 2010)
Adapun ciri-ciri perkembangan kognitif usia 6 tahun menurut K
EileenAllen dan Rlynn R Marotz adalah sebagai berikut :
1. Menunjukkan rentang konsentrasi yang semakin panjang:
bertahan mengerjakan tugas dalam jangka waktu yang lebih
lama, walaupun usaha berkonsentrasi tidak selalu konsisten.
2. Mehamai konsep, seperti petunjuk waktu sederhana (hari ini,
besok, kemarin) atau konsep gerakan yang tidak rumit (mobil
berjalan lebih cepat daripada sepeda)
3. Menyukai tantangan puzzle, kegiatan menghitung dan mengelompokkan, dan permaianan mencocokkan huruf dan kata dengan gambar.
Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan
anak yang sangat penting dalam menunjang perkembangan anak.Pakar
psikologi Swiss terkenal yaitu Jean Piaget (1896-1980), mengatakan
bahwa anak dapat membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri.
Piaget yakin bahwa anak-anak menyesuaikan pemikiran mereka untuk
menguasai gagasan-gagasan baru, karena informasi tambahan akan
menambah pemahaman mereka terhadap dunia. Secara ringkas Yusuf
(2001 : 167) mengemukakan perkembangan kognitif anak masa
prasekolah sebagai berikut.
1. Mampu berpikir dengan menggunakan simbol.
2. Berpikirnya masih dibatasi oleh persepsi. Mereka meyakini apa
yang dilihatnya dan hanya terfokus pada satu dimensi terhadap
satu objek dalam waktu yang sama. Cara berpikir mereka masih
memusat.
3. Berpikir masih kaku.
4. Anak sudah mulai mengerti dasar-dasar mengelompokkan sesuatu
atas dasar satu dimensi, seperti atas kesamaan warna, bentuk dan
ukuran.


Download file aslinya disini

artikel sebelumnya Karakteristik Perkembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak



Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved