Karakteristik Perkembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak

Anak usia TK yaitu anak yang berada pada rentang usia 4-6 tahun.
Montesori dalam (Handoko 2004: 6) menggemukakan bahwa ketika mendidik
anak-anak hendaknya ingat bahwa anak-anak adalah individu yang unik dan
berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Masa ini juga
merupakan masa yang paling penting dalam masa perkenbangan anak, baik
secara fisik, mental maupun spiritual dan merupakan masa lima tahun pertama
yang disebut “the golden ages” masa ini merupakan masa emas perkembangan
anak.
Menurut Ebbeck (1998) dalam Masitoh et al, (2003: 2) pada masa ini
anak merupakan masa pertumbuhan yang paling hebat sekaligus paling
sibuk.Pada masa ini anak sudah memiliki keterampilan dan kemampuan
walaupun belum sempurna. Anak usia dini adalah individu yang sedang
menjalani proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan
sangat pundamental bagi proses perkembangan selanjutnya.
Rasa ingin tahu dan antusias yang kuat terhadap segala sesuatu
merupakan ciri yang menonjol pada anak usia TK. Pada usia ini anak memiliki
sikap berpetualang (adventure rousness) yang begitu kuat,
banyak
memperhatikan, membicarakan, atau bertanya tentang berbagai hal yang sempat
dilihat atau didengarnya, memiliki keinginan yang kuat, serta masih tidak dapat
berlama-lama duduk dan berdiam diri. Menurut Berg (1998) dalam Solehhudin
(1997: 40), sepuluh menit adalah waktu yang wajar bagi anak usia sekitar lima
tahun untuk dapat duduk dan memperhatikan sesuatu secara nyaman. Oleh
karena itu, yang penting pada masa ini adalah pembiasaan dan pelatihan
menggunakan panca indera serta persiapan untuk membaca, menulis dan
berhitung dengan latihan berbicara, menggambar, melukis, bernyanyi dan
menari.Aspek perkembangan anak mencakup banyak aspek. Berikut paparan
masing-masing aspek perkembangan anak TK:

1. Perkembangan Fisik-Motorik
Salah satu aspek perkembangan yang cukup signifikan dalam
kehidupan anak TK adalah perkembangan fisik. Ditinjau dari aspek
perkembangan fisik (Physical development) yang dikemukakan oleh Hurlock
dalam (Agustin, 2008: 7) mengemukakan bahwa secara umum perkembangan
fisik anak usia TK mencakup empat aspek, meliputi: (1) Sistem syaraf, yang
sangat berkaitan erat dengan perkembangan kecerdasan dan emosi, (2) Otot-
otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik,
(3) Kelenjar endoktrin yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku
baru, (4) Struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proporsi tubuh.
Pertumbuhan fisik pada setiap anak tidak selalu sama, ada beberapa
anak yang mengalami pertumbuhan secara cepat, tetapi ada pula yang
mengalami kelambatan.


Motorik adalah gerak, yang meliputi motorik halus dan kasar. Pada
usia TK anak mengalami pertumbuhan fisik yang relatif pesat. Menurut
Brewer dalam (Musfiroh, 2005: 44) mencatat bahwa anak usia 5 tahun telah
mencapai perkembangan motorik, antara lain: melompat satu kaki, dapat
mengendarai sepeda roda dua, meluncur, dapat melempar benda secara tepat,
menangkap bola dengan tangan, berputar dan berjungkir balik, berpartisipasi
dalam permainan yang menumbuhkan keterampilan fisik, perkembangan otot
kecil meningkat begitu juga dengan koordinasi mata dan tangan, meniru
bentuk geometri dll.
Sejalan dengan pendapat di atas Bronson dalam (Musfiroh, 2005: 45)
menyatakan bahwa anak usia 5-6 tahun dapat melakukan aktivitas menjahit
sederhana, memotong dan bermain dengan menata balok-balok yang
melibatkan kerja motorik.Beranjak dari perkembangan fisik motorik anak
yang senatiasa pesat, cerita yang dapat mengoptimalkan aspek perkembangan
anak, yaiti cerita untuk pengembangan bahasa terutama kosa kata dan
berakhir dengan evaluasi dan bermain peran.

2. Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan
interaksi aktif anak dengan lingkungan.Pengetahuan datang dari
tindakan.Piaget yakin bahwa pengalaman-pengalaman fisik dan manipulasi
lingkungan penting bagi terjadinya perubahan perkembangan.Sementara itu
bahwa interaksi sosial dengan teman sebaya, khususnya berargumentasi dan
berdiskusi membantu memperjelas pemikiran yang pada akhirnya memuat
pemikiran itu menjadi lebih logis (Nur, 1998). Teori perkembangan Piaget
mewakili konstruktivisme, yang memandang perkembangan kognitif sebagai
suatu proses di mana anak secara aktif membangun sistem makna dan
pemahaman realitas melalui pengalaman-pengalaman dan iteraksi-interaksi
mereka. Menurut teori Piaget, setiap individu pada saat tumbuh mulai dari
bayi yang baru di lahirkan sampai mengijak usia dewasa mengalami empat
tingkat perkembangan kognitif.
Empat tingkat perkembangan kognitif itu adalah.
1) Sensori motor (usia 0 - 2 tahun)
2) Pra operasional (usia 2 – 7 tahun)
3) Operasional kongkrit (usia 7 – 11 tahun)
4) Operasi formal (usia 11 tahun hingga dewasa)
Tahap sensorimotor (Sensorimotor stage), yang terjadi dari lahir hingga usia
2 tahun, merupakan tahap pertama piaget. Pada tahap ini, perkembangan
mental ditandai oleh kemajuan yang besar dalam kemampuan bayi untuk
mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi (seperti melihat dan
mendengar) melalui gerakan-gerakan dan tindakan-tindakan fisik. Tahap
praoperasional (preoperational stage), yang terjadi dari usia 2 hingga 7
tahun, merupakan tahap kedua piaget, pada tahap ini anak mulai melukiskan
dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. Mulai muncul pemikiran
egosentrisme, animisme, dan intuitif. Egosentrisme adalah suatu
ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif seseorang dengan
perspektif oranglain dengan kata lain anak melihat sesuatu hanya dari sisi
dirinya.
Tahap operasional konkrit (concrete operational stage), yang
berlangsung dari usia 7 hingga 11 tahun, merupakan tahap ketiga piaget. Pada
tahap ini anak dapat melakukan penalaran logis menggantikan pemikiran
intuitif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam cotoh-contoh yang
spesifik atau konkrit.
Tahap operasional formal (formal operational stage), yang terlihat pada
usia 11 hingga 15 tahun, merupakan tahap keempat dan terkahir dari piaget.
Pada tahap ini, individu melampaui dunia nyata, pengalaman-pengalaman
konkrit dan berpikir secara abstrak dan lebih logis.
Secara ringkas Yusuf (2201 : 167) mengemukakan perekambangan
kognitif anak masa prasekolah sebegai berikut,
1. Mampu berpikir dengan menggunakan simbol
2. Berpikir masih dibatasi oleh persepsi. Mereka meyakini apa yang
dilihatnya dan hanya terfokus pada dimensi terhadap satu objek
dalam waktu yag sama.
3. Berpikir masih kaku.
4. Anak sudah mulai mengerti dasar-dasar mengelompokkan sesuatu
atas dasar satu dimensi, seperti kesamaan warna, bentuk dan
ukuran.

3. Perkembangan Sosio-emosional
 Perkembangan Sosio-emosional anak-anak terlihat nyata pada masa
TK dalam interaksi permainan anak sebaya, perilaku prosesial (sesuai dengan
aturan masyarakat), agresi, kedisiplinan ekspresi perasaan.
Pada usia 5 tahun, anak-anak menunjukkan perkembangan sosio-
emosional secara baik. Disamping mampu bekerja sama, membentuk
kelompok kecil, bermain drama, bersifat hangat dan empatik, senang bergurau
dan menggoda, memiliki kekuatan menolak, cenderung menjadi bos, mugkin
memilih berbohong untuk mempertahankan diri.
Ada beberapa kebiasaan yang positip seperti meminta izin,
mengucapkan terima kasih, meminta maaf, simpati, menghargai orang lain,
mengakui kesalahan, berbagi makanan, memberi maaf, belajar bergiliran dan
antri. Kebiasaan tersebut menampilkan efek dari perilaku yang baik dan
buruk,secara sosial akan membuat anak-anak berpikir dan belajar mengenai
perilaku sosial.

4. Perkembangan Moral
Pada anak-anak moralitas mengandung komponen-komponen
emosional, kognitif dan behavioral. Perasaan dan penalaran bekerja dan
akibat-akibat yang dialami memberi pengaruh yang amat kuat pada tindakan-
tindakan manusia termasuk anak-anak.
Perkembangan moral anak mencerminkan perkembangan signifikan
yang terjadi pada masing-masing bidang tersebut, disamping pengaruh
keluarga, teman-teman bermain, sekolah dan masyarakat.
Moral memiliki cakupan yang sangat luas, disamping itu moral juga
terikat budaya.Meskipun begitu, alat ukur yang dapat berlaku universal adalah
“hati nurani”. Pada hakikatnya perkembangan moral anak meliputi: (1)
Menyentuh moral anak, (2) Menyentuh aspek pikiran, perasaan dan perilaku
(3) Memiliki tempat untuk pemperaktekan, (4) Dapat diterapkan dalam
kehidupan nyata, (5) Memperoleh dukungan dari rumah dan di sekolah, (6)
Sejalan dengan motivasi anak, dan (7) Terdukung secara akademis melalui
kurikulum.

5. Perkembangan Bahasa
Bahasa merupakan sarana berkomunikasi dengan orang lain, urutan
kata-kata yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai
suatu hal. Antara 5-6 tahun, kalimat anak sudah terdiri dari 6-8 kata, dapat
menjelaskan arti kata yang sederhana, mengetahui lawan kata, dapat
menggunakan kata penghubung, depan dan sambung.
Anak usia TK juga telah mengenal tulisan sebagai label atau nama.
Oleh karena itu, tulisan dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga atau media
bercerita.Lebih dianjurkan, tulisan yang dipergunakan berupa kata utuh
dengan bentuk tulisan yang familiar bagi anak.

Download file aslinya disini


artikel sebelumnya Faktor-faktor yang mempengaruhi membaca Pemahaman  Evalusi Membaca Pemahaman Setara DELF A2
Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved