Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar dan Motivasi

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Secara umum, hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal (faktor- faktor yang ada dalam diri siswa itu sendiri) dan eksternal (faktor-faktor yang berada di luar diri siswa). Susilana, Rudi (2006) dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya:
a) Faktor fisiologis atau jasmani individu baik bersifat bawaan maupun yang diperoleh dengan melihat, mendengar, struktur tubuh, cacat tubuh dan sebagainya (faktor internal).
b) Faktor psikologis baik yang bersifat bawaan maupun keturunan, yang meliputi (faktor internal) :
1) Faktor intelektual yang terdiri atas faktor potensial, yaitu intelegensi dan bakat dan faktor actual yaitu kecakapan nyata dan prestasi
2) Faktor nonintelektual yaitu komponen-komponen kepribadian tertentu seperti sikap, minat, kebiasaan, motivasi, kebutuhan, konsep diri, penyesuaian diri, dan sebagainya. 
c) Faktor sosial yang terdiri atas faktor lingkungan keluarga, faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan masyarakat, faktor kelompok
d) Faktor budaya seperti: adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesenian dan sebagainya.
e) Faktor lingkungan fisik, seperti fasilitas rumah, fasilitas belajar, iklim dan sebagainya.
f) Faktor spiritual atau lingkungan keagamaan

Motivasi dalam bahasa Inggris adalah motivation yaitu sebuah kata benda yang artinya pergerakkan. Menurut Mc. Donald dalam (Sutikno, 2007), motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dengan adanya suatu dorongan, seseorang akan melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Semakin kuat sebuah motivasi semakin besar peluang untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. Dan juga semakin besar rasa ingin tahu kita yang muncul dari diri kita sendiri akan memicu kita untuk lebih percaya diri. Gintings (2008: 86) menjelaskan bahwa dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan karena jika siswa yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, maka tidak akan semangat dan serius dalam mengikuti pembelajaran. Semakin kuat motivasi tersebut, maka semakin kuat pula upaya dan daya dalam partisipasi belajar. Gintings (2008:91) mengemukakan Teori Hirarki Kebutuhan Maslow berurutan dari jenjang yang paling tinggi hingga jenjang yang paling rendah yaitu kebutuhan untuk merealisasikan diri, kebutuhan untuk mendapat penghargaan diri, kebutuhan sosial, kebutuhan keamanan, dan kebutuhan fisiologis. Berdasarkan teori tersebut terdapat empat hal yang perlu diperhatikan diantaranya: 1. Peningkatan jenjang motivasi terjadi secara berurut dan bertahap. 2. Tidak memungkinkan beberapa jenjang motivasi dapat dialami secara bersamaan dalam diri seseorang.
 Ketika seseorang telah sampai pada jenjang motivasi tertentu, maka ia
tidak lagi termotivasi di jenjang yang sebelumnya.
4. Jika kondisi tertentu tidak terpenuhi, maka jenjang motivasi dapat
menurun ke jenjang yang lebih rendah.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa jika pembelajaran berpusat pada
siswa, maka motivasi harus dimiliki oleh siswa. Penelitian tersebut juga
membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan teknologi sangat efektif
untuk meningkatkan motivasi siswa (Gabrielle, 2002). Salah satu cara untuk
menganalisis motivasi adalah model ARCS. John Keller (Keller, 2000)
mencetuskan sebuah model motivasi ARCS untuk menganalisis motivasi
belajar siswa. Model ARCS ini didasarkan pada sintesis konsep motivasi dan
karakteristik menjadi empat kategori yaitu attention (A), relevance (R),
confidence (C), dan saticfaction (S).

Download file aslinya disini 

artikel sebelumnya Proses dan Hasil belajar

Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved