E-Learning dalam Pembelajaran

Pengertian e-learning terdiri dari dua bagian, yaitu e’ merupakan singkatan dari ‘electronica’ dan ‘learning’ yang berarti ‘pembelajaran’. Jadi e- learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Jadi dalam pelaksanaanya e-learning menggunakan perangkat komputer atau perangkat elektronik lainnya. Sistem e-learning merupakan suatu bentuk implementasi teknologi yang ditujukan untuk membantu proses pembelajaran yang dikemas dalam bentuk elektronik digital dan pelaksanaanya membutuhkan sarana komputer berbasis web dalam situs internet yang dikemukakan oleh Darmawan (2007:271). Dong (dalam Hanny Kamarga, 2001) mendefinisikan ”Electronic learning adalah kegiatan belajar asinkronis melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet dimana peserta belajar berupaya memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.”

Perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik mereka masing-masing. Diskusi dan interaksi kelimuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web dengan sistem e-learning sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat. Banyak alasan lainnya mengapa e-learning diterapkan untuk pembelajaran, hal ini dikemukakan oleh Clark, Mayer (2008:10) bahwa e- learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana, dan mengapa sebagai berikut: a. Apa. E-learning memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional,yaitu teknik, yang membantu orang mempelajari konten belajar. b. Bagaimana. E-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar. Pendistribusiannya dapat dalam bentuk asynchronous yang didesain untuk belajar secara individu dam dalam synchronous yang didesain dengan bimbingan dari instruktur secara langsung. c. Mengapa. E-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya. Berdasarkan pernyataan di atas e-learning dapat disimpulkan memiliki peranan dalam proses pembelajaran. Jika dibandingkan, e-learning memiliki manfaat yang lebih dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, hal tersebut sejalan dengan yang dikemukakan lembaga P3AI-LP3 UNEJ (http://elearning.unej.ac.id, 2007) bahwa terdapat beberapa keunggulan e- learning dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional diantaranya adalah:
a. Fleksibilitas dari sisi waktu dan tempat. Dengan e-learning mahasiswa dapat belajar lebih fleksibel sesuai dengan waktu yang dimiliki. Demikian juga dia dapat mengakses kuliah dari tempat yang lebih fleksibel, tidak seperti kuliah konvensional yang harus dilakukan pada ruangan dan jam tertentu. Termasuk juga mahasiswa dapat meluangkan waktu lebih fleksibel sesuai kondisi masing-masing.
b. Fleksibel dari fasilitas dan lingkungan belajar. Mahasiswa dapat mengakses e-learning dengan fasilitas yang bervariasi. Misalnya bagi yang mampu dapat belajar (mengakses e-learning) dari ruang berAC dengan komputer canggih dan tampilan ayar LCD yang lebar.
c. Suasana tidak menegangkan. Dengan e-learning suasana belajar tidak menegangkan seperti tatap muka langsung. Mahasiswa lebih berani melakukan latihan online karena tidak takut malu atau dibentak kalau melakukan kesalahan.
d. Mudah meremajakan materi. Berbeda dengan meremajakan materi kuliah yang tersusun dalam bentuk buku cetak, materi online dapat diremajakan setiap saat. Berdasarkan yang diutarakan, perubahan dari konvensional ke e-learning maka hal itu telah mengubah peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar; dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak, memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, dari pembelajaran sebagai aktivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain. Sedangkan manfaat e-learning dari perspektif pendidik menurut Darmawan (2007:272), diantaranya adalah:
a. Meningkatkan pengemasan materi pembelajaran dari yang saat ini dibangun.
b. Menerapkan strategi konsep pembelajaran baru dan inovatif
c. Efisiensi
d. Pemanfaatan aktivitas akses pembelajar
e. Menggunakan sumber daya yang terdapat pada internet
f. Dapat menerapkan materi pembelajaran dengan multimedia
g. Interaksi pembelajaran lebih luas dan multi sumber belajar Selain uraian di atas yang menjelaskan mengenai kebermanfaataan e- learning terdapat juga beberapa kekurangan yang dimiliki oleh pemanfaatan e-learning menurut Larashanti (2008) , yaitu sebagai berikut:
a. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
b. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
c. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology). Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer).
d. Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.
e. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.

Disimpulkan teknologi informasi komunikasi berformat e-learning telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari dalam e-learning. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh sehingga malah adanya ketersimpangan informasi negatif bagi siswa.

Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional sebagai adanya kontrol dalam setiap program e-learning tersebut. E-learning berbasis web,memiliki fitur kontrol terhadap siswa dan salah satu perbedaannya sekaligus kemungkinan kelebihan dari program yang dikembangkan adalah dari segi penyajian materi yang lebih menarik.

Pengembangan E-learning
Menurut Haughey (Suyanto, 2005: 4) ada tiga kemungkinan dalam
pengembangan sistem pembelajaran yang menggunakan internet yaitu web
course, web centric course dan web enhanced course.
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan yang
peserta dididk dengan pengajaran sepenuhnya terpisah dan tidak diperluhkan
adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, didkusi, konsultasi, penugasan,
latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lannya sepenuhnya disampaikan
melalui internet.
Web centric course adalah penggunaan internet yang memaduhkan antara
belajar jarak jauh dan tatap muka (konvesional). Sebagian materi disampaikan
melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Dalam model ini
internet memiliki fugsi saling melengkapi dengan model tatap muka. Dalam
model ini pengejaran bisa memberikan petunjuk pada peserta didik untuk
mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuat. Dalam
Web enhanced course adalah pemanfaatkan internet untuk menunjang
peningkatan kualitas pembelajaran kualitas pembelajaran yang dilakukan di
kelas. Fungsi internet adalah memberikan pengayaan dan kounikasi antara
peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik, anggota kelompok, atau
peserta didik denga narasumber lain.



Download file aslinya disini

artikel sebelumnya Internet dalam pembelajaran

Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved