Definisi/pengertian Belajar dan Hasil Belajar Manfaat Hasil Belajar

Pengertian Belajar
Belajar merupakan hal terpenting yang harus dilakukan manusia untuk
menghadapi perubahan lingkungan yang senantiasa berubah setiap waktu, oleh
karena itu hendaknya seseorang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi
kehidupan yang dinamis dan penuh persaingan dengan belajar, dimana
didalamnya termasuk belajar memahami diri sendiri, memahami perubahan, dan
perkembangan globalisasi. Sehingga dengan belajar seseorang siap menghadapi
perkembangan zaman yang begitu pesat. Belajar merupakan suatu proses
perubahan sikap dan perilaku yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman
pendapat tersebut didukung oleh penjelasan Slameto (2010:2) bahwa :
Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam berinteraksi dengan
lingkungannya.
Dari uraian yang mengacu pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan
bahwa belajar adalah suatu proses usaha perubahan tingkah laku yang melibatkan
jiwa dan raga sehingga menghasilkan perubahan dalam pengetahuan,
pemahaman, nilai dan sikap yang dilakukan oleh seorang individu melalui latihan
dan pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan yang selanjutnya
dinamakan hasil belajar.

Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah
proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik
pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan mahasiswa sehingga menjadi
lebih baik dari sebelumnya. Sebagaimana yang dikemukakan Hamalik (1995: 48)
hasil belajar adalah “Perubahan tingkah laku subjek yang meliputi kemampuan
kognitif, afektif dan psikomotor dalam situasi tertentu berkat pengalamannya
berulang-ulang”. Pendapat tersebut didukung oleh Sudjana (2005: 3) “hasil
belajar ialah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan
psikomotor yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya”.
Hasil belajar Manajemen Sistem Penyelenggaraan Makanan Institusi
merupakan tingkat kemampuan yang dapat dikuasai dari materi yang telah
diajarkan mencakup tiga kemampuan sebagaimana yang telah diungkapkan oleh
Bloom di dalam Sudjana (2007: 22-32) bahwa tingkat kemampuan atau
penugasan yang dapat dikuasai oleh mahasiswa mencakup tiga aspek yaitu:
a. Kemampuan kognitif (cognitive domain) adalah kawasan yang berkaitan
dengan aspek-aspek intelektual atau secara logis yang biasa diukur dengan
pikiran atau nalar. Kawasan ini terdiri dari:
1) Pengetahuan (Knowledge), mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah
dipelajari dan disimpan dalam ingatan.
2) Pemahaman (Comprehension), mengacu pada kemampuan memahami
makna materi.
3) Penerapan (Application), mengacu pada kemampuan menggunakan atau
menerapkan materi yang sudah dipelajari pada situasi yang baru dan
menyangkut penggunaan aturan dan prinsip.
4) Analisis (Analysis), mengacu pada kemampuan menguraikan materi ke
dalam komponen-komponen atau faktor penyebabnya, dan mampu
memahami hubungan di antara bagian yang satu dengan lainnya sehingga
struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti.
5) Sintesis (synthesis), mengacu pada kemampuan memadukan konsep atau
komponen-komponen sehingga membentuk suatu pola struktur atau
bentuk baru.
6) Evaluasi (Evaluation), mengacu pada kemampuan memberikan
pertimbangan terhadap nilai-nilai materi untuk tujuan tertentu.
b. Kemampuan afektif (The affective domain) adalah kawasan yang berkaitan
dengan aspek-aspek emosional, seperti perasaan, minat, sikap, kepatuhan
terhadap moral dan sebagainya. Kawasan ini terdiri dari:
1) Kemampuan menerima (Receiving), mengacu pada kesukarelaan dan
kemampuan memperhatikan respon terhadap stimulasi yang tepat.
2) Sambutan (Responding), merupakan sikap mahasiswa dalam memberikan
respon aktif terhadap stimulus yang datang dari luar, mencakup kerelaan
untuk memperhatikan secara aktif dan perpartisipasi dalam suatu kegiatan.
3) Penghargaan (Valueving), mengacu pada penilaian atau pentingnya kita
mengaitkan diri pada objek atau kejadian tertentu dengan reaksi-reaksi
seperti menerima, menolak, atau tidak memperhitungkan. Tujuan-tujuan
tersebut dapat diklasifikasikan menjadi sikap yang apresiasi.
4) Pengorganisasian (Organizing), mengacu pada penyatuan nilai sebagai
pedoman dan pegangan dalam kehidupan.
5) Karakteristik nilai (Characterization by value), mencakup kemampuan
untuk menghayati nilai-nilai kehidupan sedemikian rupa, sehingga
menjadi milik pribadi (internalisasi) dan menjadi pegangan nyata dan jelas
dalam mengatur kehidupannya.
c. Kemampuan psikomotor (The psychomotor domain) adalah kawasan yang
berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem
syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri
dari:
1) Persepsi (Perseption), mencakup kemampuan untuk mengadakan
diskriminasi yang tepat antara dua perangsang atau lebih, berdasarkan
perbedaan antara ciri-ciri fisik yang khas pada masing-masing rangsangan.
2) Kesiapan (Ready), mencakup kemampuan untuk menempatkan dirinya
dalam keadaan akan memulai sesuatu gerakan atau rangkaian gerakan.
3) Gerakan terbimbing (Guidance response), mencakup kemampuan untuk
melakukan suatu rangkaian gerak-gerik, sesuai dengan contoh yang
diberikan (imitasi)
4) Gerakan yang terbiasa (Mechanical response), mencakup kemampuan
untuk melakukan sesuatu rangkaian gerak-gerik dengan lancar, karena
sudah dilatih secukupnya, tanpa memperhatikan lagi contoh yang
diberikan.
5) Gerakan kompleks (Complexs response), mencakup kemampuan untuk
melaksanakan suatu keterampilan, yang terdiri atas beberapa komponen,
dengan lancer, tepat, dan efisien.
6) Penyesuaian pola gerak (Adjusment), mencakup kemampuan untuk
mengadakan perubahan dan penyesuaian pola gerak-gerik dengan kondisi
setempat atau dengan menunjukkan suatu taraf keterampilan yang telah
mencapai kemahiran.
7) Kreatifitas (Creativity), mencakup kemampuan untuk melahirkan aneka
pola gerak-gerik yang baru, seluruhnya atas dasar prakarsa dan sendiri.
Dari ketiga kemampuan ini dijadikan dasar sebagai kemampuan yang
harus dimiliki oleh mahasiswa untuk selanjutnya dijadikan sebagai dasar dalam
menempuh pembelajaran selanjutnya. Kemampuan dari segi kognitif, afektif, dan
psikomotor manajemen sistem penyelenggaraan makanan institusi dalam
mneyiapkan mahasiswa melaksanakan praktek kerja lapangan manajemen sistem
penyelenggaraan makanan institusi.

Manfaat Hasil Belajar

Hasil belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku yang
mencakup bidang kognitif, afektif dan psikomotor. Pendidikan dan pengajaran
dikatakan berhasil apabila perubahan-perubahan yang tampak pada mahasiswa
merupakan akibat dari proses belajar mengajar yang dialaminya yaitu proses yang
ditempuhnya melalui program dan kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh
dosen dalam proses pengajarannya. Berdasarkan hasil belajar mahasiswa, dapat
diketahui kemampuan dan perkembangan sekaligus tingkat keberhasilan
pendidikan dalam perkuliahan. Sebagaimana dikemukakan oleh Douglas Bentos
dalam Kustiani, (2006:20) yaitu:
“To learn is to change, to demonstrate change a person capabilities
must change. Learning has taken place when students: a. Know more than
they know before, b. Understand what they have not understood before, c.
Develop a skill that was not develop before, or e. Appreciate a subject that
they have not appreciate before”.

Kutipan tersebut dapat diartikan bahwa hasil belajar harus menunjukkan
perubahan keadaan menjadi lebih baik, sehingga dapat bermanfaat untuk: (a)
menambah pengetahuan, (b) lebih memahami sesuatu yang belum dipahami
sebelumnya, (c) lebih mengembangkan keterampilannya, (d) memiliki pandangan
yang baru atas sesuatu hal, (e) lebih menghargai sesuatu daripada sebelumnya.
Mengacu dari kutipan dari Douglas Benton dapat disimpulkan bahwa
istilah hasil belajar merupakan perubahan dari peserta didik sehingga terdapat
perubahan dari segi pengetahuan, sikap dan keterampilan.


Download File aslinya disini

artikel sebelumnya Perkembangan Kreativitas Gerak Tari Melalui Rangsang Lagu Kelinciku
 
Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved