Metode pembelajaran pendidikan dan pelatihan

Metode pembelajaran pendidikan dan pelatihan
Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan suatu
pelatihan adalah pemilihan metode pelatihan yang tepat. Pemilihan
metode belajar dapat diidentifikasikan melalui besarnya kelompok
peserta. Notoatmodjo (1993) membagi metode pendidikan menjadi
tiga, yakni metode pendidikan individu, kelompok, dan masa.
Pemilihan metode pelatihan tergantung pada tujuan, kemampuan
pelatih/pengajar, besar kelompok sasaran, kapan/waktu pengajaran
berlangsung dan fasilitas yang tersedia (Notoatmodjo, 1993).
Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1991),
jenis-jenis metode yang digunakan dalam pelatihan antara lain : (1)
ceramah-tanya jawab, (2) diskusi kelompok, (3) kelompok studi kecil,
(4) bermain peran, (5) studi kasus, (6) curah pendapat, (7) demonstrasi,
(8) penugasan, (9) permainan, (10) simulasi, dan (11) praktek
lapangan. Metode yang digunakan dalam pelatihan petugas kesehatan
meliputi metode ceramah dan tanya-jawab (metode konvensional).
Depkes (1993) menunjukkan bahwa untuk mengubah komponen
perilaku perlu dipilih metode yang tepat. Metode untuk mengubah
pengetahuan dapat digunakan metode ceramah, tugas baca, panel dan
konseling. Sedangkan untuk mengubah sikap dapat digunakan metode
curah pendapat, diskusi kelompok, tanya-jawab serta pameran. Metode
pelatihan demonstrasi dan bengkel kerja lebih tepat untuk mengubah
keterampilan.
Metode kuliah adalah merupakan suatu ceramah yang
disampaikan secara lisan untuk tujuan-tujuan pendidikan
(mangkunegara, 2003:64). Menurut mangkunegara, keuntungan
metode ini adalah dapat digunakan untuk kelompok besar, sehingga
biaya peserta menjadi rendah dan dapat menyajikan banyak bahan
pengetahuan dalam waktu yang relatif singkat.
Sedangkan kelemahannya, peserta lebih bersikap pasif, komunikasi hanya satu
arah sehingga tidak menjadi umpan balik dari peserta. Oleh karena itu
kuliah dapat digabungkan dengan metode tanya jawab.
Diskusi diartikan sebagai pertemuan ilmiah untuk bertukar
pikiran mengenai suatu masalah. Jadi metode diskusi adalah suatu
metode belajar dengan mengumpulkan orang-orang secara bersama
untuk membahas suatu masalah dengan cara bertukar pikiran. Menurut
mangkunegara, bahwa diskusi adalah merupakan pelaksanaan dari
metode konferensi yaitu suatu metode yang menekankan adanya
diskusi kelompok kecil, materi pelajaran yang terorganisasi dan
melibatkan peserta aktif. Pada metode ini belajar didasarkan melalui
partisipasi lisan dan interaksi antar peserta. Jumlah peserta sekitar 15
sampai 20 orang. Metode ini sangat berguna untuk pengembangan
pengertian-pengertian dan pembentukan sikap-sikap baru. Adapun
kelemahannya adalah terbatasnya peserta pada kelompok kecil,
sehingga biaya relatif menjadi lebih besar.
Sementara itu, pengertian simulasi menurut mangkunegara
(2003:63) adalah suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk
realitas. Simulasi merupakan pelengkap sebagai teknik duplikat yang
mendekati kondisi nyata pada pekerjaan. Jadi, metode simulasi adalah
suatu metode belajar dalam diklat yang menciptakan suatu kondisi
realitas sehingga dirasakan oleh pesertanya seolah-olah nyata dengan
tujuan agar peserta dapat menangani jika situasi yang sedemikian
terjadi dalam pekerjaannya.
Studi kasus adalah uraian tertulis atau lisan tentang masalah
yang ada atau keadaan selama waktu tertentu yang nyata maupun
secara hipotesis. mengidentifikasikan Pada metode ini, masalah-masalah peserta dan diminta untuk merekomendasikan
pemecahan masalahnya. Metode ini menghendaki belajar melalui
perbuatan, dengan maksud meningkatkan pemikiran analsis dan
kemampuan memecahkan masalah. Metode studi kasus ini berfungsi
pula sebagai pengintegrasian pengetahuan yang diperoleh dari
sejumlah fondasi disiplin.
Metode seminar dan presentasi. Seminar bermakna pertemuan
atau persidangan untuk membahas suatu masalah dibawah pimpinan
ahli (guru besar, pakar dan sebagainya) jadi, prinsipnya seminar
hampir sama dengan diskuai hanya saja pada seminar fokus
peranannya lebih dipegang oleh pimpinan seinar dalam mengarahkan
diskusi yang terjadi setelah suatu masalah dipaparkan oleh seseorang
atau seseorang yang mewakili kelompoknya, tiap kelompok atau
perwakilan kelompok dapat mengajukan pertanyaan, menyumbang ide
dan sebagainya, yang pada akhirnya seminar akan dibuat suatu
kesimpulan bahasan. Kelebihannya peserta dapat mengembangkan
kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah,
keputusan dengan cepat dan mengemukakan pendapat


Download file aslinya disini

baca juga Metode Pembelajaran

Ranking: 5
 
© Download Gratis Area All Rights Reserved